www.iaeitb.org

Home
Selamat Datang di Portal Ikatan Alumni Elekto ITB
Catatan Malam Keakraban Elektro ITB “Elektro Together Forever”
Ditulis oleh Yohan Suryanto   
Senin, 26 April 2010 01:20

Catatan Malam Keakraban Elektro ITB “Elektro Together Forever”, 21 April 2010
-    Alumni Elektro sumbang 2,8 Milyar Rupiah kepada STEI-ITB
-    Proses penyelesaian plagiarisme yang menimpa STEI ITB cukup panjang
-    Letusan gunung di Islandia mengacaukan jadwal penerbangan, menyebabkan personel Sempalan Band EL’ 90 yang mestinya mengisi acara tertahan di Eropa


Sejak jam 17.45 peserta Malam Keakraban Elektro “Elektro Together Forever” mulai berdatangan memenuhi ruangan Mario’s Place. Nampak ketua panitia Hammam Riza (EL’81) dan panitia inti lainnya termasuk Nurman Numeiri (El’93) dan Gusti Ayu Meliati (EL 2004) mempersiapkan  ruangan untuk kenyamanan peserta nantinya.  Tersebarnya kasus plagiarisme yang menimpa STEI-ITB, yang dilakukan oleh MZ, mantan mahasiswa S3 ITB, bisa jadi merupakan salah satu pemicu membludaknya jumlah peserta yang datang. Mereka seakan ingin mengukuhkan nilai kebersamaan alumni elektro yang sudah dibina selama ini.  Lebih dari 200 orang alumni dan atau rekannya hadir memenuhi ruangan Mario’s Place yang disediakan panitia.

Seperti biasa acara dimulai dengan kehadiran MC kawakan Elfi Malano EL’82 yang dibantu oleh MC Kartini Muda dari Elektro 2003. Karena MC pasangannya juga dari Elektro, dengan serta merta MC Elfi mengeluarkan jurus-jurus kocak mengenai listrik, bak masa praktikum di lab konversi energi.

Ketua Panitia, Hammam Riza El’81 segera  membuka acara malam keakraban elektro ITB secara resmi. Kemudian disusul dengan alunan lagu dari band Kartini (Cleo)yang merupakan grup band dengan  semua personelnya adalah wanita, dua diantaranya dari ITB. Sambil menikmati alukan lagu dari Band Kartini, alumni menyantap hidangan makan malam yang disediakan oleh panitai.

Selesai suguhan lagu dari band Kartini, ketua IAE-ITB Arief Yahya (EL ’80) memberikan informasi yang membuat alumni patut bangga. Bagaimana tidak, dalam waktu 6 bulan, IAE-ITB sudah menyumbangkan total sumbangan senilai 2,8 Milyar rupiah kepada STEI. Itu berarti kurang 2,2 Milyar rupiah dari target yang mesti dicapai dalam 4 tahun kedepan.

Mendengar itu, MC-pun segera meminta IAE miningkatkan targetnya, yang tentu saja masih dibalas dengan tawa kecil oleh ketua IAE. Setalah sambutan ketua IAE, BandIT dan BandEL segera mengisi panggung . Dimotori oleh Budi Rahardjo dan Hammam Riza, mereka melantunkan tembang 80-an yang terasa enak didengar.

Kemudian giliran Prof. Adang Suwandi Dekan STEI ITB, yang menyempatkan datang, memberikan penjelasan mengenai kasus plagiarisme yang menimpa ITB. STEI yang mengambil nama sekolah, bukan fakultas, merupakan gabungan dua departemen yang rumpunnya lebih tajam dibanding departemen yang tergabung dalam fakultas. Elektro dan Informatika dinilai memiliki rumpun yang lebih erat. Saat ini STEI ITB sedang mencari akreditasi International. Dari sisi dana operational, STEI juga sangat besar, bahkan lebih besar dari dana operasional salah satu kampus di Indonesia Timur.

Kini STEI sedang diuji dengan adanya kasus plagiarism yang dilakukan oleh mantan mahasiswa S3-nya. Awalnya MZ disponsori oleh Prof. Kudrat yang kemudian dialihkan ke Prof. Charmadi Machbud sebagai pembimbing utama. Menurut penjelasannya, sebenarnya proses penyelesaian atas kasus ini sudah lama, jauh sebelum kasus ini menyebar luas, dimulai setelah ITB mendapat konfirmasi dari IEEE bahwa telah terjadi plagiasi atas makalah 'On 3D Topological Relationships' yang disubmit oleh MZ dalam IEEE conference pada akhir tahun 2008. IEEE sendiri mendapatkan laporan dari penulis makalah yang dijiplak yaitu Siyka Zlatanova.

Co-author yang tercantum dalam makalah 'On 3D Topological Relationships' tidak tahu mengenai asal-usul Makalah MZ yang ternyata diambil sari makalah Ziyka tersebut. IEEE sebuah lembaga yang sangat disegani, lewat proses yang matang, sudah menjatuhkan sanksi yang fair kepada MZ. MZ tidak diperkenankan mengirimkan makalah atau tulisan apapun kepada IEEE selama 3 tahun. IEEE menilai 3 co-author yang disebutkan dalam tulisan tersebut tidak bersalah. Semua civitas akademika ITB lain juga tidak lantas dilarang mengirim tulisan ke IEEE. Mereka semua boleh dan malah dipersilahkan untuk tetap menulis di IEEE. Bahkah saat ini mahasiswa Elektro ITB yang tergabung dalam tim Palapa masuk nominasi 15 besar lomba yang diselenggarakan oleh IEEE.

STEI ITB kemudian melakukan investigasi atas disertasi MZ dengan membentuk tim yang diketuai oleh Pak Ari, salah satu dosen STEI. Dan seperti sudah diduga, disertasi MZ juga merupakan karya jiplakan dari karya Ziyka. Atas temuan tersebut, ITB membentuk komisi kehormatan. Komisi ini bukanlah tim yang berhak memberikan sanksi karena ia hanyalah tim yang tugasnya memberikan rekomendasi. Tim Kehormatan merekomendasikan bahwa :
-          Disertasi MZ adalah Plagiat
-          Merekomendasikan agar gelar doktor MZ dicabut.

Nasib tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih, sebelum keputusan diambil, berita mengenai kasus plagiat yang dilakukan oleh mantan mahasiswa S3 Elektro ITB tersebut sudah menyebar. Dan syukurlah, ITB seperti disampaikan oleh Rektor ITB pada tanggal 23 April 2010 di depan gedung rektorat ITB, sudah memberikan sanksi akademik yang sangat berat kepada MZ. ITB secara resmi mencopot gelar doktor MZ. Seperti kita maklumi, pencopotan gelar adalah sanksi yang terberat didunia akademik. Pembimbing yang dinilai oleh IEEE tidak bersalah, oleh ITB juga diberikan teguran tertulis. Dibidang akademik teguran tertulis bagi seorang profesor maupun doktor dinilai sebagai sanksi yang berat. Demikianlah ITB sudah bertindak fair atas masalah ini. Bagaimana dengan kita?

Belajar dari kejadian tersebut, STEI akan memperketat proses desertasi S3. Meskipun sebenarnya saat ini untuk seleksi S3 sangat ketat karena termasuk rekomendasi dari calon dosen pembimbing, ada proses wawancara dan review performance kemajuan pertama. Jika mahasiswa S3 gagal dalam review performance kemajuan pertama, yang bersangkutan tidak bisa melanjutkan ke  sidang tertutup, sidang pratertutup dan sidang terbuka sebagai prasarat kelulusannya selanjutnya.


Kerjasama dual degree master dengan TU Delft, saat ini juga masih tetap berlangsung. STEI juga menjalin kerjasama dengan Toshiba, Panasonic dan Sanken. Toshiba meminta lulusan STEI agar bisa bekerja di pusat riset chipnya. STEI mengerjakan proyek perbaikan disain chip di Panasonic. Sementara oleh Sanken, STEI diminta untuk bisa meningkatkan performance produk mereka.


Tim Palapa yang masuk nominasi 15 besar lomba IEEE juga datang untuk sharing informasi mengenai kegiatan seputar proyek Palapa yang mereka kerjakan. Alumni yang mendengar hal ini juga turut bangga.  Merekalah kelak cikal-bakal penerus api kebersamaan elektro ITB yang membanggakan.


Selesai sharing informasi dengan Dekan STEI dan HME, acara dilanjutkan dengan kehadiran band undangan, Gumilang (El ‘76), yang mengisi acara dengan begitu apiknya. Tanpa alat, sari mulutnya terdengar aluman saxsofone yang mempesona.  Sementara itu Sempalan band (EL ’90) yang dijadwalkan turut mengisi panggung, tertahan di Eropa karena pesawat yang mestinya membawa personel band ini mesti digrounded menyusul larangan terbang karena letusan gunung berapa di Islandia.


Karena malam keakraban berbarengan dengan malam kartini, Band Kartini boleh manggung lagi setelah invited band Gumilang. Mereka membawakan lagu-lagu yang sedianya akan dijadikan album perdana mereka, karya mereka sendiri.


Sebagai penutup, Dband yang seluruhnya digawangi oleh alumni elektro 2003 tampil membawakan lagu-lagu yang lebih ‘muda’ lebih ‘kini’.

Salam,
-yohan-

 
Berita Duka Cita : Telah Berpulang Rekan Kita Ir. Amril Muis Ibrahim ( El-68)
Ditulis oleh Yohan Suryanto   
Minggu, 25 April 2010 01:37

Kami atas nama segenap pengurus IAE-ITB,
turut berduka cita atas berpulangnya rekan kita :

Ir. Amril Muis Ibrahim ( El-68)
pada tanggal 21 April 2010.

Sebagaimana disampaikan oleh Rekan kita Abang Gindarsyah.

Innalillahi wa Innailahi Roji'un, semoga Almarhum diterima disisiNYA dengan segala manfaat perbuatan baik yang pernah Almarhum lakukan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Almarhum sudah dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta,
pada Hari Jum’at tanggal 23 April 2010


salam,
Pengurus IAE-ITB

 
Update Peserta Malam Keakraban Elektro ITB: "Elektro Together Forever", 21 April 2010 jam 19.00
Ditulis oleh Yohan Suryanto   
Rabu, 14 April 2010 00:55

www.iaeitb.org

Baru-baru ini STEI ITB dikejutkan oleh kasus plagiarisme yang dilakukan oleh salah satu mantan mahasiswa S3 Elektro ITB. Ini adalah kasus plagiarisme pertama yang menimpa ITB. Menurut beberapa sumber, yang bersangkutan juga melakukan plagiarisme di universitas lainnya. Plagiarisme sama saja dengan menodai nilai-nilai intelektual yang kita junjung tinggi. Dekan STEI akan berbagi informasi sekitar kasus plagirarisme dalam acara Malam Keakraban Elektro ITB. Makanya  buruan daftar untuk ikut memeriahkan acara malam keakraban elektro ITB “Elektro Together Forever” tanggal 21 April 2010 di Mario’s Place Cikini. Yuk kita sempetin datang, tanpa kehadiran kita-kita rasanya kurang seru lho. Pendaftaran ini untuk memudahkan panitia dalam mengatur tempat dan makan malam buat kita-kita.

Ajak juga teman-teman seangkatan dan buktikan angkatan kita yang paling "Elektro Together Forever" he...he....Sampai saat ini (Rabu, 21 April 2010 jam 12.00) daftar peserta yang sudah mendaftar adalah :


No     Angkatan    Peserta       
1    2004    26       
2    2003    20       
3    1981    16       
4    1982    15       
5    1980    15       
6    1986    14       
7    1993    10       
8    1987    10       
9    2002    8       
10    2005    6       
11    2001    5       
12    1990    5       
13    1997    4       
14    1988    4       
15    1975    4       
16    1998    3       
17    1984    3       
18    1999    2       
19    1994    2       
20    1992    2       
21    1985    2       
22    1974    2       
23    2000    1       
24    1996    1       
25    1991    1       
26    1989    1       
27    1978    1       
28    1977    1       
29    1961    1


Daftarnya juga nggak susah-susah amat kok, tinggal sms atau emai ke Ayu di :
1. Kirim sms REG IAE spasi nama spasi angkatan spasi nama istri/suami/sahabat ke 085220538215; atau
2. Kirim email ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it dengan memberikan informasi nama, angkatan dan nama pasangan yang diajak dalam event tersebut.


Yang masih bingung lokasinya juga nggak perlu pusing, tinggal klik link berikut :
http://maps.google.com/maps/place?cid=554887399750452907&q=menteng+huis&hl=en&cd=2&cad=src:pplink&ei=VsfDS-XUBqbKugOv7OSoCA
(Note: di Google Maps tertulis Bank IFI (Menteng Huis), Menteng Huis adalah gedung yang salah satu di dalamnya
ada Mario’s Place).

Acara kita kali bernafaskan musik yang bertepatan dengan hari Kartini, karenanya malam keakraban kita juga akan dimeriahkan oleh kehadiran grup band Kartini dari ITB disamping grup-grup band lainnya.  Total ada 5 Group Band yang akan tampil, diantaranya :

1. Band Kartini ITB
2. Band IT (BandIT) dan Band Elektro (BandEL)
3. Inspiring Tribute Band ITB
4. Dband (El 2003)
5. Sempalan Band (EL 1990)


Musik yang akan ditampilkanpun akan beragam, yang pasti bisa membuat kita terhibur sembari bertemu dengan teman-teman kita. So buruan daftar, jangan lewatkan momen ini.


Salam Elektro…!


Panitia "Elektro Together Forever"

 
Malam Keakraban Elektro ITB: "Elektro Together Forever"
Ditulis oleh Yohan Suryanto   
Kamis, 08 April 2010 15:08

www.iaeitb.org

Malam Keakraban Elektro kali ini bertemakan "Elektro Together Forever" akan dilaksanakan bertepatan dengan hari Kartini. Semangat Kartini yang gigih menyuarakan emansipasi wanita memberi inspirasi kepada alumni Elektro yang mayoritas adalah makhluk maskulin untuk lebih memberikan ruang pada feminisme. Karena pada akhirnya ketika alumni terjun di masyarakat, semakin disadari bahwa Maskulin dan Feminim mesti saling mengisi. Semangat saling mengisi ini akan membentuk ikatan yang akan memperkuat Elektro ITB selamanya. "Elektro Together Forever" akan diselenggarakan pada :

Hari/ tanggal         : Rabu, 21 April 2010
Jam                        : 18.00 s/d selesai
Lokasi                    : Mario's Place Cikini, Menteng Huis 2nd Floor
Jl. Cikini Raya No. 2-4, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia

Untuk mengetahui lokasi persisnya, silakan lihat link di bawah ini:
http://maps.google.com/maps/place?cid=554887399750452907&q=menteng+huis&hl=en&cd=2&cad=src:pplink&ei=VsfDS-XUBqbKugOv7OSoCA
(Note: di Google Maps tertulis Bank IFI (Menteng Huis), Menteng Huis adalah gedung yang salah satu di dalamnya
ada Mario’s Place).

Musik adalah bahasa universal yang mampu mewakili ikatan yang dalam, menyatukan semangat feminim dan maskulin dalam keharmonisan, karenanya kali ini musik adalah nafas Elektro Together Forever. Berbagai band Top dilingkungan Elektro akan mengisi acara secara bergantian, diantaranya :

1. Band Kartini ITB
2. Band IT (BandIT) dan Band Elektro (BandEL)
3. Inspiring Tribute Band ITB
4. Dband (El 2003)


Jangan lewatkan momen yang akan mempererat ikatan kita, bagi alumni EL-ITB yang berminat, segera daftarkan diri Anda lewat sms ke 085220538215 atau lewat web di
www.kongkoow.com atau email ke Ayu di This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . Anda boleh juga mendaftarkan satu orang (Suami/ Istri/ anak / pasangan/ kekasih atau sahabat, tidak harus alumni El-ITB) yang ingin Anda ajak.

Cara pendaftaran :

1. Kirim sms REG IAE spasi nama spasi angkatan spasi nama istri/suami/sahabat ke 085220538215; atau

2. Kunjungi http://www.kongkoow.com/event.php?event_id=111 lalu daftarkan diri Anda. Untuk dapat mendaftar pada event ini harus menjadi member kongkoow.com. Jika belum menjadi member, Anda dapat register di link berikut: http://login.kongkoow.com/register.php Setelah terdaftar dan login, Anda dapat kembali ke halaman event dan click "attending the event"; atau

3. Kirim email ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it dengan memberikan informasi nama, angkatan dan nama pasangan yang diajak dalam event tersebut.

Salam Elektro…!


Panitia "Elektro Together Forever"

 
Catatan Nonton Bareng IAE-ITB : "Bahwa Cinta Itu Ada"
Ditulis oleh Yohan Suryanto   
Kamis, 18 Maret 2010 00:21

Sebuah konsep film nonkonvensional,

Sejak jam 6.30 peserta nobar IAE-ITB "Bahwa Cinta itu Ada" mulai berdatangan di platinum XXI, Gedung fX lt. 7. Banyak dari mereka yang rela menembus kemacetan jakarta untuk mengapresiasi film karya ganesha creative industri ini. Bahkan penanggung jawab Acara (Yusron Hariyadi El 86) dan koordinator acara (Golden El 97) sudah datang sejam sebelumnya. Mereka berdua menyiapkan juga voucher dan reservasi penonton. Sujiwo Tedjo sebagai sutradara juga hadir dengan pakain khasnya. Eksekutif producer Suhono hadir ditemani oleh ketua IAE-ITB Arief Yahya. Sebagian foto-foto menjelang nobar IAE bisa dilihat di www.iaeitb.org bagian galeri.

Peserta yang baru hadir melakukan registrasi, diberikan kupon untuk kemudian ditukarkan dengan tiket dari XXI. Alumni dan beberapa pasangannya menyempatkan mengobrol dan berdiskusi sebelum dimulai. Tempat yang nyaman dengan camilan dan minuman ringan membuat peserta tidak merasa lama menunggu. Pada jam 19.15 peserta nobar dipersilahkan masuk ruangan studio 4. Studio ini merupakan sebuah ruangan studio yang besar dengan kapasitas penuh 130 orang. 60-an peserta dari 110 orang yang mendaftar bisa hadir, sementara 50-an orang lainnya yang sudah terdaftar mendadak ada tugas kantor atau terjebak kemacetan dijalanan ibukota. Meskipun peserta yang datang juga cukup banyak, ruangan terasa lega dan peserta bisa memilih tempat yang paling favorit untuk menonton film dari sudut yang tepat.

Di dalam ruangan studio, persis sebelum film diputar, Sujiwo Tedjo memperkenalkan 5 orang pemeran utama (Slamet, Fuad, Gungun, Poltak, Benny). Pemeran Ria, yang merupakan sosok gadis yang sempurna, tidak bisa hadir karena masih di Surabaya. Secara cepat, Sujiwo Tedjo memperkenalkan karakter yang mereka wakili. Tatap muka dengan tokoh utama seperti ini, membuat kita merasa dekat dengan film yang akan ditonton. Di dalam gedung kita diingatkan saat nonton bareng di LFM dulu saat mahasiswa. Suasana khas mahasiswa sesekali muncul, ada celetukan disana-sini terutama saat ada kejadian yang mirip dengan yang dialami oleh alumni dulu. Film ini mengambil latar mahasiswa angkatan 1981, tak mengherankan jika alumni 1981 menguasai keadaan ruangan. Mereka hadir paling banyak.

Sujiwo Tedjo menyuguhkan sebuah film yang unik, tidak seperti film romantis pada umumnya. Merupakan perpaduan antara film konvensional dengan teknik dalang dengan pemahaman adat jawa yang mendalam. Saat transisi penjelasan yang rumit, dalang hadir mengantarkan cerita, sebuah cara khas yang tidak bisa kita temukan dalam film hollywood misalnya. Cara yang tidak biasa ini, mungkin masih belum banyak diterima dikalangan umum. Mengapa mengambil cara ini, bisa kita mengerti dari pengantar dalang diawal film, bahwa cerita ini adalah cerita yang biasa tetapi cinta memang akan ditemukan dimana saja dan sulit untuk dijelaskan, tidak seperti penjelasan mengenai sebuah pohon misalnya. Maka yang muncul adalah potret-potret kejadian yang tidak biasa dalam alur sebuah film konvensional. Potret-potret ini bagi alumni yang pernah menimba ilmu di kampus ganesha akan memiliki makna yang sangat khusus. Tetapi bagi masyarakat umumnya, sebagian potret-potret ini bisa kurang memiliki arti. Bagi saya film ini mengingatkan kembali pada masa-masa kuliah, saat berangkat pertama ke Bandung untuk menimba Ilmu di Ganesha, sebuah film yang layak ditonton.

 


Halaman 2 dari 6

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

no comments